CERPEN – Sepotong Senja di Media Sosial – Irfan Fadhila |Hmapunand

“Sepotong Senja di Media Sosial”

oleh : Irfan Fadhila (AP'22)

  Sekarang, media sosial menjadi tempat untuk memamerkan hal-hal yang menarik, salah satunya keindahan matahari terbenam di ufuk barat. Semua orang harus bisa menikmati keindahan senja di setiap pantai, tentu dengan adanya debur ombak, burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali perahu yang melintas di kejauhan. Itulah pikiran yang terlintas dibenak Martin ketika melihat senja bersama dengan dua temanya, yaitu Leo dan Enzo saat pergi ke suatu pantai untuk berlibur.

  Ketika sedang menikmati sore pantai dengan tenang, Martin melihat ke arah matahari yang akan terbenam di tengah laut yang sangat cantik. Ia berteriak kepada kedua temannya.

“Heeeii!! Lihat ke arah matahari itu, indah sekali bukan”, teriak Martin

  Leo dan Enzo yang mendengar teriakan Martin langsung mamalingkan penglihatan ke arah barat dan mereka terkagum dengan warna langit yang kemerah-merahan, sangat indah sekali. Setelah berteriak, Martin langsung mengeluarkan gawainya dan memotret senja indah itu. Dengan sepotong senja yang telah ada di dalam gawainya, Martin dengan senang memostingnya ke media sosial. Dengan caption “Sepotong senja yang lebih indah dari ribuan kata-kata manusia”. Ia berharap semua orang bisa menikmati keindahan matahari yang akan tenggelam ke balik cakrawala. Setelah sepotong senja itu, Martin menghampiri Leo dan Enzo temannya yang juga sedang menikmati senja sambil menghisap rokok

“Tuhan memang sangat baik hati, ia menciptakan senja yang sangat indah ini  dengan gratis untuk bisa dinikmati oleh seluruh manusia”, kata Leo dengan sebatang rokok di tangan.

“Betul sekali, tidak mungkin orang akan memalingkan penglihatanya kalau disuguhkan dengan pemandangan senja yang indah seperti ini. Huuufft ditambah rokok ini, sungguh kenikmatan dunia yang tak boleh disia-siakan”, timpal Enzo

  Melihat temannya yang sangat nikmat menghisap rokok, Martin pun memintanya

“Wiih enak ni sambil melihat senja nyebat rokok, bagi dong!”, pinta Martin.

  Dengan hembusan asap rokok yang menentramkan, mereka bertiga menikmati keindahan senja yang ditemani suara hembasan ombak yang tenang, pasir hangat ketika diusupkan kaki kedalamnya, dan angin pantai yang menyejukan.

***

  Setelah  matahari menghilang ke balik cakrawala, mereka bertiga melakukan agenda liburan mereka selanjutnya, yaitu membakar api unggun.  Leo yang memang dulunya  anak pramuka sewaktu SMA dengan mudah menyalakan api unggun yang menghangatkan. Di bawah kilauan bintang dan di hadapan api unggun, mereka menikmati malam yang panjang dengan segelas kopi dan mie instan yang telah mereka masak sebelumnya.

“Tadi senja sekarang bintang, memang Tuhan tahu saja apa yang bisa membuat hidupku tenang. Hmmm hhhaaaaaa nikmatnya”, kata Enzo

  Martin hanya tertawa dan tersenyum, karena memang dua minggu belakangan ini mereka bertiga disibukkan dengan tugas kuliah yang sangat banyak. Berlibur ke pantai merupakan rekomendasi Martin untuk healing dan keluar dari runyamnya urusan kuliah agar mereka tetap bisa menikmati hidup. Setelah menikmati kenikmatan dunia yang diberikan oleh Tuhan, mereka masuk ke tenda dan tidur dengan nyenyak.

***

  Paginya, Martin bangun dikejutkan oleh getaran notifikasi dari smartphone-nya. Ternyata postingan sepotong senja kemarin viral dan banyak orang yang menyukainya. Banyak orang berkomentar terkagum-kagum dengan keindahan senja ituitu. Selain itu, mereka juga bertanya di mana lokasi pantai yang menyajikan senja yang begitu cantik dan lembut itu. Melihat keramaian itu melalui smartphone-nya, Martin senang dan memberitahu lokasi pantai itu dengan wajah yang tersenyum.

  Siangnya, mereka bertiga berkemas untuk kembali ke kos masing-masing dan bersiap menjalani hari-hari kuliah yang menyibukan. Karena memang mereka hanya memiliki libur dua hari dan setelah itu mereka akan dihadapkan dengan ujian akhir semester.

“Baru juga menikmati hidup, udah dihadapkan ujian semester lagi, hadeh”, keluh Leo.

“Memang kenikmatan tidak berlangsung lama”, imbuh Enzo.

“Udah jangan banyak mengeluh, buku tebal menanti untuk dibaca, masak di lembar jawaban besok kau isi senja senja dan senja kan tidak mungkin”, kelakar Martin.

  Dengan mobil kijang petak milik Martin, mereka perlahan pergi meninggalkan pantai itu dan menyusuri jalanan untuk kembali ke kos masing-masing.

***

  Setelah tiga minggu yang terasa sangat panjang dan melelahkan karna ujian akhir semester, mereka bertiga memutuskan kembali berlibur ke pantai yang sama ketika melihat senja yang cantik kemarin dan menjadi tujuan utama mereka berlibur kali ini.

  Pada Sabtu siang, mereka bersiap untuk kembali berkemah dan membakar api unggun di pantai itu. Mereka berkumpul di kosnya Martin, lalu Leo dan Enzo yang telah siap dan sudah membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan. Dengan mobil kijang petak milik Martin, mereka melaju perlahan menyusuri jalan. Ditemani lagu “Don’t Lock Back in Anger” dari grup band Oasis, mereka turut bernyanyi dengan gembira di dalam mobil. Setelah satu setengah jam perjalanan yang tidak teralu lama mereka sampai di pantai yang tersebut.

  Saat turun dari mobil, mereka dikejutkan dengan begitu banyaknya orang yang berada di pantai itu. Mereka tidak menyangka pantai yang tiga minggu lalu sepi akan keramaian sekarang menjadi seperti tempat menonton konser dengan manusia yang sangat ramai. Dan hal yang sangat membuat mereka kaget adalah manusia-manusia itu ternyata tidak peduli dengan lingkungan, puluhan mungkin ratusan sampah kemasan atau botol minuman bertebaran di sepanjang pantai.

  Walaupun penampakan senja dengan langit kemerah-merahan, demburan ombak dan siluet batu karang yang masih sama, tetapi dengan melihat ke sisi pantai yang sekarang, senja yang cantik dan lembut itu seperti tidak berguna. Pantai yang dulunya sepi dan membuat hati menjadi tenang sekarang penuh dengan sesakan manusia yang bising. Pantai yang dulunya bersih dengan pasir putih yang lembut dan hangat sekarang tercoreng dengan sampah plastik dimana-mana.

“Apakah manusia-manusia ini betah melihat senja ditemani sampah plastik seperti ini?”, gumam Martin kepada temannya.

“Tidak bisa apa menikmati keindahan yang telah diberi Tuhan yang gratis ini dengan tidak membuang sampah sembarang, apa salahnya berjalan ketempat sampah dan membuangnya sebentar.  Hal itu tidak akan membuat senja itu hilang”, gerutu Leo.

“Atau pegang dulu lah itu sampah, dasar manusiaaaa”, Enzo ikutan frustasi.

“Kalau seperti ini melihat senja menjadi hal yang tidak menyenangkan lagi”, timpal Leo.

  Begitulah manusia ketika mereka menikmati hal yang begitu indah yang diberi Tuhan dengan gratis, secara tidak sadar atau bahkan sadar mereka merusak keindahan itu. Manusia hanya bisa menikmati dan seharusnya mereka juga bisa menjaga. Sebagai manusia, sudah menjadi tugasnya untuk mejaga segala ciptaan Tuhan yang telah dibuat sesempurna ini, agar generasi selanjutnya bisa menikmatinya juga

  Setelah dipikir dan diusut, keramaian manusia ini terjadi karena viralnya postingan Martin tentang keindahan sepotong senja. Postingan sepotong senja di media sosial menarik khalayak ramai untuk menikmati keindahan itu secara langsung. Dengan Martin yang menyertakan lokasi pantai tersebut, membuat orang-orang dengan mudah untuk menemukan tempat keberadaan senja yang cantik dan lembut tersebut. Tetapi viralnya postingan itu membawa dampak negatif terhadap lingkungan, pantai yang dulu bersih dan asri sekarang penuh dengan tebaran sampah dan keramaian manusia. Hal itu menjadi hal yang disesali mamarti

“Tau begini aku tidak akan memosting keindahan senja itu, lebih baik menikmatinya sendiri tanpa harus orang lain ketahui”, sesal Martin

“Media sosial memang seperti itu, hal-hal yang menarik akan viral dan membuat orang berkeinginan itu melihatnya”, imbuh Enzo

  Adanya gawai dan media sosial membuat informasi menjadi sangat mudah diketahui oleh masyarakat ramai.

  Dengan kondisi pantai yang seperti itu membuat mereka bertiga memutuskan untuk tidak jadi berlibur disana. Mereka kembali masuk kedalam mobil kijang petak dan menyusuri jalan untuk mencari ciptaan Tuhan yang indah lainnya.

 

Tamat

4 Komentar

  1. The assignment submission period was over and I was nervous, majorsite and I am very happy to see your post just in time and it was a great help. Thank you ! Leave your blog address below. Please visit me anytime.

  2. Your enticle helped me a lot, is there any more related content? Thanks! https://accounts.binance.com/en/register?ref=P9L9FQKY

  3. تركيبات مصنع إيليت بايب Elite Pipe تُظهر دقة أبعاد رائعة ويتم تصنيعها باستخدام مواد عالية الجودة ، مما يضمن أداءً وموثوقية طويلة الأمد.

  4. Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me? https://accounts.binance.com/pt-BR/register-person?ref=JHQQKNKN

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *